Home » 2016 » May » 02

Daily Archives: May 2, 2016

Visitors

May 2016
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archives



Filsafat Serumpun Padi

Filsafat ini terinspirasi dari CermiN (Cermi Ninin) DISINI

Hello Guys!

Comeback again dengan filsafat yang baru. Jika sebelumnya kita bisa baca kumpulan filsafat DISINI. Maka filsafat ini adalah filsafat ke-22 yang ada etalase. Mau tahu apa yang dapat kita ambil dari filsafat kali ini? Yuk sama-sama kita simak.

Berawal dari membaca kalimat yang mengatakan seperti ini,

“Ibarat padi yang tumbuh sendirian tanpa padi yang lain, seberapapun tinggi dan berat butir yang dimilikinya pasti akan jatuh dengan mudahnya hanya karena tiupan angin. Tapi beda hal jika ibarat serumpun padi. Hidup subur bersama rumpunan padi yang lain dan sekalipun ada angin yang disertai dengan hujan mereka akan lebih kuat karena bersama-sama.”

Nah, dari kalimat itu kita bisa menyimpulkan bahwa berdiri sendiri hanya bagaikan padi yang tak memiliki topangan.

Beda halnya saat padi itu membentuk serumpun yang cantik. Meskipun mereka berisi dan merunduk, mereka bisa saling menopang satu sama lain. Mereka pun seperti terlihat saling menguatkan.

Yang kita yakini, padi adalah tanaman pokok, dimana hasil olahan padi bisa kita gunakan untuk sandang pangan yang juga memberikan energi bagi seluruh umat manusia. Padi ini tidak akan lepas dari kehidupan manusia karena kemanfaatannya.


Dalam konteks manfaat, padi di Perguruan Tinggi Raharja sama berartinya dengan TPi. Dimana menjadi kebutuhan pokok yang selalu kita gunakan sehari-hari. Jika padi itu adalah TPi maka serumpun padi bisa kita ibaratkan RinfoiMeWiduri, dsb. Dimana tanpa TPi, kita tidak akan bisa melakukan hal-hal yang bermanfaat. Karena manfaat serumpun padi adalah menjadi kebutuhan pokok. Dan kebutuhan pokok yang terdapat di Perguruan Tinggi Raharja adalah TPi itu sendiri.

Selain itu, TPi saling berkaitan artinya ketika iMe tidak ditemani oleh Rinfo, maka yang terjadi iMe hanyalah sebatang kara yang rapuh. Tapi jika mereka bersatu, iMe dan Rinfo, maka akan menjadi sebuah kekuatan.

Lalu dalam konteks lain, ada pepatah yang mengatakan, “Jadilah seperti tanaman padi, semakin berisi semakin merunduk.”

Dan hal yang dapat kita resapi dari pepatah tersebut adalah ilmu yang banyak jika tidak diikuti dengan manner yang baik, maka kemanfaatannya tak akan berguna untuk orang lain.

Kita hidup di dunia ini tidak perlu ada yang di sombongkan. Bahkan padi saja malu karena terlalu berisi. Maka dari itu padi akan selalu merunduk saat isinya mulai banyak.

Jadi untuk apa membusungkan dada dengan ilmu yang banyak kita miliki? Ilmu dibagi tidak akan habis. Justru akan semakin lebat dengan adanya tunas-tunas ilmu yang baru. Sama halnya dengan padi yang akan selalu bersemi ketika manfaatnya (beras) diambil oleh manusia. Karena apa? Karena dengan begitu, padi dapat bermanfaat untuk orang lain dan juga menjadi kebutuhan umat manusia.

Okay!!

Pada hakikatnya, kita harus selalu hidup seperti serumpun padi. Mereka berkumpul untuk saling menguatkan. Mereka ada untuk bermanfaat untuk orang lain. Mereka tak sekali pun menegakkan batangnya saat tahu mereka sangat berisi dan dinantikan para petani (manusia). Mereka sekalipun tak pernah sombong dengan hasil mereka yang selalu menjadi kebutuhan manusia. 

“So, Jadilah seperti tanaman padi, yang semakin berisi akan selalu merunduk.”

Salam super!!
Hap.. Hap..

<< Filsafat Anak Kecil