Home » Mixed » How much time we can afford to contribute on this iLP?

 

Visitors

September 2015
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Archives



How much time we can afford to contribute on this iLP?

Endang Suryana Ask :

Dear Colleague,

Saya mau minta pendapat dan menyamakan persepsi saja untuk pemberian tugas ke mahasiswa berkaitan dengan pemberian waktu (deadline) menyelesaikan tugas yg diberikan aturannya yaitu minimal 7 hari kerja. (minimal lho, bukan maksimal nih, betul kan?)
Saya tadinya mau “menegakan aturan” itu dengan konsekuen dan konsisten. Namun mungkin dengan berbagai pertimbangan kolega dosen ada yang mau memberikan perpanjangan waktu agar mahasiswa tsb dapat submit atau menyelesaikan tugasnya. Dan itu saya faham masing-masing individu bisa berbeda menerapkannya.
Namun yg ingin saya “bahas” disini adalah satu mahasiswa ILP pastinya akan dibina dan dibimbing oleh beberapa dosen sesuai mk yg diambilnya. Jika saya “Keukeuh” ingin menegakan aturan, tidak akan memberikan perpanjangan waktu tentunya mahasIswa punya pandangan/pendapat dan mungkin menilai bahwa dosen tsb tidak “berperikemanusiaan” yang adil dan beradab juga……he…….he….he dibanding dengan dosen lainnya yg bisa memberikan kelonggaran.
Email ini saya lontarkan mengingat dari proses yg baru berjalan masuk minggu kedua ini saja ada contoh-contoh tersebut.
Mungkin ini bisa dielaborasi dan dijadikan pertimbangan kedepannya perihal ini?

Untung Raharja Answer:

Pertanyaan utama dikita adalah:

How much time we can afford to contribute on this iLP?
Apakah waktu dosen lebih berharga dari waktu mahasiswa?
Apakah waktu mahasiswa lebih berharga dari waktu dosen?
Jawaban saya adalah waktu orang semua berharga.
Adanya perpanjangan waktu menyedot banyak energy dan waktu dosen.
UR menghargai waktu dan kesibukan dosen.
So, saran UR, adalah ketegasan dijalankan dan tidak ada perpanjangan waktu.
Harus atur gini gitu, nilai ke satu, nilai kedua dsbnya, kadang dikesibukan kita, kita g tahan.
Jadi sesuai dengan komitmen, kita tegakan bersama, hidup menjadi lebih nyaman dan berarti.
Itu saja yang saya minta. Karena kenyamanan dosen iLP adalah prioritas UR saat ini, walaupun disamping itu UR menuntut kualitas yang prima dari dosen yang menjalankan iLP.
Ingat, walaupun mahasiswa tidak ada perpanjangan waktu, mahasiswa memang kena penalty, tapi bukan berarti mahasiswa itu tidak lulus, namun diartikan bahwa ada seporsi nilai yang dikorbankan karena kelalaiannya.
Adanya mahasiswa yang diam saja, lalu pada saat jatuh tempo teriak teriak perpanjangan, kita harus tahu bahwa itu adalah iLP yang salah. iLP yang benar adalah keadaan yang berkesinambungan, yaitu kesehariannya banyak diskusi melalui milis dengan teman maupun dengan dosen. Bukan seminggu teriak sekali. Dan teriaknya adalah minta perpanjangan waktu.
Dear kawan kawan seperjuangan, iLP ini adalah milik kita, dan kita harus dari lubuk hati yang mendalam, bangga atas hasil dari kebersamaan kita ini.
Jangan malah sebaliknya jadi beban untuk kita semua.
Views All Time
Views All Time
74
Views Today
Views Today
1

Leave a comment