Home » 2015 » April » 10

Daily Archives: April 10, 2015

Visitors

April 2015
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Archives



Filsafat Ilmu

Nandan Lima Krisna

081218371979/0818860036

amarta.nandan@gmail.com
www.indonesia-belajar.com

Research itu adalah mencari kebenaran. Moto peneliti boleh salah. tapi tidak boleh bohong. Cari kebenaran bukan pembenaran. Plagiat berarti mengambil pekerjaan orang lain dan mengklaim untuk dirinya sendiri. Kalau persis harus tanda kutip. Replikasi adalah bagian dari penelitian.

Dari dulu orang mencari kebenaran, ada ratusan aliran, terbagi 2 aliran besar. Yang sampai saat ini ada. Bertentangan. Yaitu aliran rasionalisme dan aliran empirisme. Rasionalisme digagas oleh filsafat besar Aristoteles. Dengan ini kita bisa mendapatkan kebenaran. Dengan menggunakan logika. Kontemplasi, meditasi mengheningkan cipta. Empirisme digagas oleh muridnya sendiri yaitu Plato, berdasarkan fakta. Nandan orang empirisme. Menyimpulkan dari apa yang dilihat. Deduktif, berdasarkan sumber umum. Itu Rasionalisme. Deduktif adalah menyimpulkan sesuatu yang khusus dari sumber yang umum. Induktif adalah menyimpulkan sesuatu yang umum dari sumber yang khusus. Itu Empirisme. Rasionalisme selalu bilang yang seharusnya. Kalau empirisme selalu bilang kenyataan atau bukti.

Ahli filsafat terakhir namanya immanuel kant lahirlah scientific atau ilmiah. Metodology penelitian yaitu ilmiah. Scientific research=deductive research+inductive research Scientific method=deductive method+inductive method Scientific thinking=deductive thinking+inductive thinking. SR base on problems. Proses nya 60% identifikasi adalah masalah. Problem tapi bukan research problem. Contohnya adalah saya lapar solusinya makan. Itu bukan research problem. Tapi kalau lapar terus makan masih lapar dan terus makan dstnya itu menjadi masalah penelitian. Penelitian diawali dengan tidak tahu jawabannya. Masalah itu adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Ketika empirisme berbeda dengan rasionalisme itu masalah.  Ketika deduktif beda dengan induktif itu masalah. Ketika yang seharusnya beda dengan kenyataan itu masalah. Terjadilah Gap. Setelah dilatih SDM seharusnya kinerja meningkat, kenyataannya malah menurun, itu adalah masalah. Akhirnya menjadi problem ilmiah. Research adalah estafet. Seorang ilmuwan tugasnya adalah menemukan masalah, bukan mencari masalah.

Tidak tahu Bab 1 latar belakang masalah (transparan), ingin tahu bab 2 teori dan tinjauan pustaka , cari tahu bab 3 metode (2 dan 3 track), tahu bab 4 hasil penelitian, ngasih tahu bab 5. Langkah ilmiah (4 dan 5 trust). Keseharian kita seperti ini, dan penelitian itu adalah berdasarkan kebiasaan keseharian. Semua transparan. Kebenaran itu sekarang bisa benar 2 tahun lagi belum tentu benar. Benar disini belum tentu benar disana.

Teori, pengalaman, filosofi, theology.

Hipothesis itu dugaan. Kenapa theori boleh karena diragukan. Yang tidak diragukan harus diyakini.

Sumber masalah, setelah mengenal penyakitnya, baru mengenal obatnya. Bab 1 mengenal penyakit gejalanya indikasinya tand tandanya, baru mengenali faktor penyebabnya. Jangan tertukar antar penyebab dan indikasi. Bagaimana cara mendapatkan gejala, lihat di fakta. Setelah tahu indikasinya apa, baru cari teori.
Kinerja pekerja adalah kualitas, kuantitas, kreatif dan inisiatif.  Faktor penyebab juga dicari dari theory. Bab 1 selesai, 60 % selesai. Penyakit g ada, mana mungkin tentuin obat.

Penyakit, cari obat, racik obat, makan obat, nguji obat sembuh atau tidak, kesimpulan. Di YAI itu 6 Bab. Cukup 1 masalah. Skripsi itu sudah dangkal sempit. Thesis itu ada yang dalam tapi sempit, atau luas tapi dangkal. Kalau disertasi, sudah luas juga dalam. Generalisasi supaya bisa menemukan sesuatu yang baru. Skripsi What, Thesis Why, Disertasi How.

Akan lama di Bab 1. Sumber masalah adalah kesenjangan antara harapan dan kenyataan.
Yang kedua adalah ada perubahan. Kata kuncinya adalah biasanya. 3 Realisasi tidak sesuai target, keluhan, persaingan.

Kalau disertasi minimal 3 masalah.