Home » 2016 » May » 03

Daily Archives: May 3, 2016

Visitors

May 2016
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archives



10 Level Inbound

Masih bingung tentang apa itu inbound? Ok! Don’t worry be happy. Karena bisa tahu lebih detil DISINI.

Lanjut dan masih mengenai inbound. Kali ini berbicara tentang level-level meraih keberhasilan inbound. Hohoho. Pedas saja ada levelnya, bagaimana ini? Hahaha. Forget it! Just kidding.

Dari angka 1-10 tentu yang terbesar adalah angka 10. Dan biasanya, angka yang besar akan menentukan tingkat kesulitan untuk mencapainya. Yups! Dalam permainan saja semakin tinggi level akan semakin sulit. Bagaimana ini??

Nah! Dari tingkat kesulitan inilah biasanya bisa menentukan keberhasilan kita dalam mencapai inbound yang diinginkan. Let’s see! Berikut ini ada 10 (sepuluh) level inbound yang akan menentukan pencapaian keberhasilan webometrics. Yuk simak!

Level 1. Profile Inbound 

Dunia teknologi sudah mengubah cara kita menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Salah satunya dengan adanya sebuah jejaring sosial yang dapat menampilkan siapa diri kita. Diantara kesempatan tersebut, profile jejaring sosial bisa kita manfaatkan untuk dapat promosi link. Entah itu linkedin, twitter, facebook, path, or instagram. Semua dapat kita manfaatkan untuk meningkatkan inbound link yang kita miliki.

Level 2. Share Inbound

Masih dalam lingkup jejaring sosial. Terkadang kita selalu memanfaatkan jejaring sosial sebagai ajang promosi. Share artikel yang bermanfaat. Serta share kegalauan *loh. Bukan bukan, maksudnya share hal-hal yang menjadi ilmu pengetahuan. Otomatis, share ini juga kita bisa manfaatkan mensharing link untuk meningkatkan inbound. Biasanya pada website dibawah artikel akan ada sharing button. Nah dari situ otomatis kita bisa share link tersebut kan? Ya–sejenis promosi link gitu kali yah?

Level 3. Comment Inbound

Hal yang paling engga mau ribet dan paling mudah adalah komentar. Misal kita ke forum-forum diskusi, lalu ada tread review web or diskusi terbuka tentang beda website. Disana kita bisa nimbrung untuk kirimkan link pada comment forum diskusi tersebut. Dengan begitu, inbound akan bertambah dengan catatan domain forum diskusi tersebut berbeda-beda. Tentu, cobalah comment di web yang bisa SSO (single sign on). Jadi memudahkan kita untuk login dan berkomentar tanpa harus signup terlebih dahulu.

Level 4. Post Inbound

Post inbound merupakan level yang sedikit tantangan. Karena kita harus posting sesuatu di website orang. Tapi tentu kriteria website tersebut adalah website yang memang bisa untuk tulis artikel contohnya adalah halaman kompasiana. Berarti ada kemungkinan kita bisa tulis mengenai link kita. Sejenis review or menceritakan mengenai project dan link kita. Dengan begitu akan menambah satu daftar inbound kita.

Level 5. Story Inbound

Inbound level 5 (lima) ini memang bikin gerah. Hot *loh. Engga maksudnya, inbound level 5 (lima) ini memasuki level-level ter-hot. Dimana kita harus pandai membuat story mengenai website orang lain di website kita. Sejenis review website orang? Yups! Bisa jadi! Lalu setelah kita menuliskan story mengenai website mereka, tentu kita bisa bernegosiasi agar story kita dimasukkan kedalam menu/headline website mereka. Another case-nya bisa saja begini, misalkan kita salah satu lulusan SMA 4 Tangerang. Lalu kita membuat cerita di ilearningplus.raharja.ac.id tentang seperti apa SMA 4 itu, bagaimana suasana belajarnya, bagaiman fasilitasnya, dan sejenis story bagus tentang SMA 4. Nah, setelah selesai menceritakan semua, kita bisa kucluk kucluk hubungi guru terdekat untuk bisa memasukan story kita Sykedalam website mereka. Sehingga bertambahlah satu inbound pada link ilearningplus.raharja.ac.id.

Level 6. Link Exchange Inbound

Masih trik yang sama, yaitu pandai bernegosiasi dengan orang lain. Banyak situs-situs yang menyediakan jasa tukar link. Sebenarnya kurang paham juga sih tentang keuntungan tukar link itu sendiri. Tapi menurut pendapat Hap, tukar link bisa menjadi sesuatu yang saling menguntungkan, simbiosis mutualiasme. Sejenis itulah. Salah satu situs tukar link ada DISINI. Tukar link atau Link exchange ini dikategorikan level 6 (enam) karena biasanya ada ketentuan-ketentuan yang harus kita taati agar link kita bisa muncul pada halaman mereka. Dan trik ini butuh keahlian bernegosiasi yang tinggi.

Level 7. Static Inbound

Level 7 (tujuh) ini mulai memasuki tahap dimana link yang kita miliki tetap ada didalam website orang lain. Hmmm, contohnya seperti partnership? Yups! Website partnership. Dimana ada logo dari instansi kita yang akan mengarah ke link official instansi kita. Mengapa hal ini menjadi level yang ke-7? Karena butuh usaha keras untuk bisa menempelkan link seperti ini:

But, maybe akan lebih mudah jika static inbound ini ada pada halaman website pribadi. Misalkan, blogspot or wordpress.

Level 8. Contribution Inbound

Menjadi contributor di website oranglain menjadi level 8 (delapan) karena hal ini sangat sulit, mengingat seberapa pandai kita harus bisa memberi tulisan yang menarik sehingga orang lain tertarik membacanya. Tentu butuh kepandaian dalam menulis. Misal saja hipwee, sebuah blogpost yang bisa siapa saja ikut partisipasi dalam tulisannya. Namun, setiap blogpost seperti itu tentu akan ada auditornya. Yang mana mereka akan menilai layak atau tidak layaknya sebuah tulisan. Jika kita terlalu banyak promosi mengenai link untuk meningkatkan inbound, tentu akan kurang etis terlihat. So, menjadi contributor di blogpost orang lain harus hati-hati dalam memilih kata agar tidak terkesan komersil.

Level 9. Wiki Inbound

Level 9 (sembilan) ini bisa jadi menjadi inbound yang tersulit. Karena dalam wiki kita tidak boleh sembarangan menuliskan artikel. Terlebih lagi yang sifatnya promosi dan sebagainya. Untuk itu, jika berhasil menuliskan artikel di wiki mengenai link kita maka tingkat keberhasilan dalam pencapaian inbound ini tidak lagi di ragukan. Tapi ada salah satu cara agar bisa masuk ke wiki ini yaitu dengan menjadikan link official sebagai referensi dalam artikel yang dibuat. Contohnya seperi ini

Level 10. Template Inbound

Dan inbound tersulit yang menjadi pilihan adalah template inbound. Dan mustahil jika hal ini bisa ditembus oleh kita termasuk Hap tentunya. Template inbound disini maksudnya adalah membuat template untuk konsumsi public. Misalkan kita membuat sebuah template untuk blogspot or wordpress, lalu kita berikan secara cuma-cuma kepada public. Dengan begitu kita bisa memanfaatkan inboundnya. Lalu caranya? Caranya dengan menyisipkan link official ke dalam copyright or design by-nya. Ya, namanya gratis, harus mau di tampilin dong siapa pembuat templatenya. Kita bisa memanfaatkan hal ini (jika jago membuat template). Maka, semakin banyak orang yang menggunakan template buatan kita, maka semakin banyak pula inbound yang dihasilkan.

FYI. Dengan adanya level-level diatas kita dapat membuat keseruan dengan permainan yang dinamakan “Games Inbound”

Seperti apa keseruannya???

Gambaran tersebut bisa kita lihat dari mereka yang sudah mencobanya.
1. Rista inbound for ZPreneur
2. DP inbound for PEN+
3. Reza inbound for iLP
4. Fanni inbound for PESSTA+
5. Lily inbound for SI ACID
6. Komala inbound for iDu iLP
7. Nuril inbound for FGR

Dari ke-7 cermi tersebut. Cara penilaian gamesnya adalah dengan mengalikan jumlah level. Misalkan, kita menggunakan level 1 (point 1) yaitu profile inbound. Tapi kita mencantumkannya di beberapa profile sosmed yang kita miliki seperti fb, twitter, instagram, R+, dsb. Maka 1 x jumlah profile inbound. Begitupun seterusnya. Hihi. Seru kan????

Okay! Okay! Akhirnya finish!! Hmmm.. Level-level ini dibuat hanya dengan perkiraan saja bagaimana bisa meningkatkan inbound link yang nyata. Jika ada level yang dirasa kurang masuk akal atau semacamnya, bisa berikan komentar dibawah ini ^_^

And then finally~ Kira-kira sudah mampu melewati level berapa kita dalam meningkatkan inbound link??? Apakah sudah ke sepuluh-sepuluhnya???

Selamat mencapai tujuan. And see you next experience~

<< Definisi Inbound and Outbound