Home » 2015 » May » 04

Daily Archives: May 4, 2015

Visitors

May 2015
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives



Filsafat Ilmu-25 April 2015

Inti Ajaran Rasionalisme adalah :

  1. Pengalaman pengetahuan yang benar adalah pengetahuan yang diperoleh melalui rasio dan bukan melalui faktor lapangan tp pengalaman empiris. Pengalaman yang diperoleh dari rasio dan bukan melalui pengalaman lapangan.
  2. Rasio mampu mengabstaksi, mereduksi fakta empiris maupun mengabstaksi reduksi fakta empiris yang kemudian dianalisa kemudian dibuat kesimpulan menjadi sistem pengetahuan.
  3. Rasio menduduki tempat yang paling utama dalam membangun sistem pengetahuan.

Cogito Ergo Sum artinya:

  1. Eksistensi manusia ditentukan oleh kemampuan berfikir dan menalar
  2. Penalaran dalam membangun sistem pengetahuan didasarkan pada pendekatan diktif yang sifatnya apreori.
  3. Segala sesuatu yang disebut benar harus dilakukan kebenaran
  4. Yang tidak dapat diragukan kebenaranannya adalah orang yang meragukan kebenaran hidup, artinya orang tersebut telah teruji kemampuan kebenarannya yang didasarkan pada analisa-analisa yang sifatnya rasional yang tentunya didasarkan pada teori teori kebenaran. (pake otak saja cukup tidak perlu kelapangan)

Emperisme

  1. Emperisme : pengetahuan yang benar harus didasarkan pada fakta pengalaman lapangan.
  2. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan induktif yang sifatnya apos teori induktif artinya membuat kesimpulan harus berdasarkan fakta satu demi satu jika ditemukan satu saja tidak sesuai maka tidak dapat dibuat kesimpulan dan teori dan kesimpulan menjadi gugur. Satu saja anomali maka semuanya dianggap gugur.

Kritisme adalah adalah sinteisa antara rasionalisme dan empirisme.

  1. Gabungan antara rasionalisme dan empirisme
  2. Pengetahuan yang benar adalah harus diperkuat melalui faktor lapangan. Kemudian rasio digunakan sebagai instrumen untuk menganalisa fakta lapangan sehingga bangunan pengetahuan menjadi objektif dan ilmiah.

Idealisme ajarannya:

  1. Kembali lagi mengembangkan ajaran rasionalisme dan sedikit berpijak pada kritisisme
  2. Dunia faktual diabstaksi kedalam sebuah ide yang sifatnya subjektif.

Positifisme

  1. Positifisme mengembangkan pendekatan kuantitatif.
  2. Positifisme berupaya mereduksi fenomena-fenomena diluar masyarakat (sosial) menjadi variabel-variabel yang kemudian dianalisa dengan statistika.

Marsis

  1. Semua ajaran filsafat sebelumnya itu adalah omong kosong karena tidak mampu menyentuh kehidupan masyarakat dimana pada waktu itu sudah terjadi penggolongan masyarakat. Golongan pertama jumlahnya lebih besar kemudian kaum menengah dan kaum yang jumlahnya sedikit.
  2. Ajaran maksis ini tampaknya secara tidak langsung menggerakkan revolusi industri di Prancis. Berbarengan dengan itu berkembanglah paham sosialis dan komunis. dimana negara miskin kaum buruh banyak berkembang paham sosialis dan komunis. Sosialis “apa yang kau rasakan harus aku rasakan”. Komunis “meniadakan tuhan”.
  3. Ilmu berkembang sekarang tidak mengikuti  induk semangnya tetapi sesuai dengan kebutuhan kebutuhan pasar.

Kontemporer abad ke 20
Pertama : Konstruktipisme intinya adalah

  1. Pengetahuan yang dibangun oleh seseorang didasarkan pada kemampuan intelektualnya sehingga tidak ada pengetahuan yang sama tetapi substansinya relatif sama.
  2. Berupaya membangun pengetahuan berdasarkan aktifitas kreatifitas dari ilmuan
  3. Konstruktipisme berupaya mengembangkan potensi masing-masing individu dan sekarang menjadi bagian dalam proses pembelajaran dilembaga pendidikan-pendidikan formal.

Kedua : Fungsionalisme

  1. Ilmu dibangun mesti didasarkan pada sifatnya fungsional sehingga berguna bagi perkembangan masyarakat.
  2. Fenomenologi inilah yang menjadi dasar peningkatan pengembangan penegakan kontra fikir

Berikut eksistensi untuk aktualisasi diri:

  1. Setiap manusia memiliki kebebasan sepenuh-penuhnya dan bertanggung jawab atas kebebasannya
  2. Masa depan manusia tidak ditentukan oleh faktor keturunan dan lingkungan tatapi ditentukan oleh dirinya sendiri.
  3. Kehidupan manusia harus diperjuangkan dan itu adalah kewajiban dalam rangka menjalankan subjektifitas kehidupannya.
  4. Manusia harus kuat dan harus berpijak pada kemampuannya sendiri.
  5. manusia yang sempurna itu adalah manusia yang menjadi komuni (keluarga) dari yang maha sempurna.
  6. Kehidupan ini memiliki batas yang tidak bisa dihindari seperti: penyakit, penderitaan bencana, rasa bersalah, dosa.

Berikut adalah prakmatisme:

  • Prakmatisme adalah paham yang mengajarkan Esensi yang tepat guna
  • Pousmodalisme paham yang mengajarkan bahwa ilmu/apapun bidang-bidang lain mesti dikembangkan berdasarkan kebutuhan pasar.

Filsafat Ilmu

Pengertian filsafat ilmu:

  1. Menganalisa secara komparatif perkembangan ilmu pengetahuan, perkembangan metodologi pengetahuan yang dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan baru yang berguna bagi kesejahteraan umat manusia.
  2. Menganalisa secara komparatif nilai-nilai yang dianut berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan sehingga ilmu pengetahuan yang dibangun sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku bagi masyarakat, dalam budaya, dalam negara dan juga tidak bertentangan dengan negara.
  3. Ilmuan dalam mengembangkan pengetahuan harus memiliki tanggung jawab etisbaik prosedurnya terutama dampak yang dihasilkan dari ilmu pengetahuan itu. Sehingga tidak terjadi dehumanisasi, depersonalisasi, despiritualisasi artinya manusia tidak boleh dijadikan objek dari ilmu pengetahuan itu
  4. Menganalisa secara komparatif perkembangan ilmu pengetahuan dan kemudian mengembangkan ilmu pengetahuan baru sesuai dengan kearipan lokal, sesuai dengan nilai budaya.